Perawatan Luka Mandiri


Jahe

Setiap orang pasti pernah mengalami luka, entah itu karena teriris pisau, jatuh dari sepeda, atau bahkan gara-gara tidak sengaja tergores benda tajam atau bergesekan dengan benda kasar. Seperti dibahas pada artikel sebelumnya (disini), penilaian kita terhadap luka berperan penting pada keputusan apakah luka tersebut cukup dengan perawatan mandiri atau harus mendapatkan perawatan oleh tenaga medis. Seberapa luas, seberapa dalam, pendarahan, serta potensi terjadinya infeksi harus menjadi pertimbangan dalam melakukan penilaian.

Jika luka dirasa cukup ringan dan tidak berbahaya, biasanya luka cukup dirawat secara mendiri tanpa harus dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawaratan oleh tenaga medis. Namun seringan apapun luka yang diderita, tetap saja memerlukan penanganan yang benar agar terhindar dari infeksi dan berkembang menjadi luka serius. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikut dalam perawatan luka secara mandiri.

Cuci Tangan

Hal yang paling penting pada proses penanganan luka adalah kebersihannya, hal ini penting untuk menghindari kontaminasi sehingga tidak menimbulkan infeksi. Maka mencuci tangan adalah langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum melakukan perawatan terhadap luka.

Hentikan pendarah

Pada luka ringan bisanya pendarahan akan berhenti sendiri, namun jika darah terus keluar, tekan lembut luka dan posisikan bagian yang terluka ada di atas. Lakukan hal tersebut sampai pendarahan pada luka berhenti.

Bersihkan luka

Dalam membersihkan luka, gunakanlah air bersih yang mengalir. Siram luka hingga kotoran yang menempel pada luka hilang. Lakukan langkah ini hingga luka benar-benar bersih dan tidak ada kotoran yang masih menempel pada luka. Apabila terdapat pasir atau tanah yang masih menempel dan sudah dibersihkan dengan air mengalir, bisa menggunakan alat seperti pinset. Tidak perlu membersihkan luka dengan alkohol, obat merah, atau cairan yang mengandung iodine untuk membersihkan luka karena bisa mengiritasi luka. Setelah luka dirasa benar-benar bersih, maka keringkan luka dengan kain yang steril.

Lindungi Luka

Setelah luka dibersihkan, maka yang perlu dilakukan adalah membersihkan sekitar luka dari potensi infeksi. Pada sekitar luka bisa dicuci dengan menggunakan sabun, atau juga bisa menggunakan alkohol, sehingga sekitaran luka menjadi steril dan bersih.

Obati Luka

Oleskan krim antibiotik atau obat luka seperti Minol pada luka. Oleskan obat luka tersebut keseluruh luka agar luka tetap lembab dan membantu proses penyembuhan luka.

Tutupi Luka

Langkah selanjutnya setelah mengobati luka adalah menutup luka dengan perban yang bersih dan steril. Luka perlu ditutup agar luka tetap lembab, bersih, dan terhindar dari terpapar udara untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi. Jika luka yang diderita adalah luka kecil, maka tidak perlu ditutup oleh perban.

Evaluasi

Langkah terakhir dari perawatan luka adalah melakukan evaluasi. Selalu cek luka secara berkala dan ganti perban secara teratur. Jika perban basah terkena air, perban harus diganti dengan yang baru dan steril untuk menghindari adanya infeksi.

Langkah-langkah tersebut harus diikuti ketika melakukan perawatan luka secara mendiri. Prinsip dari penanganan luka adalah kebersihannya untuk menghindari adanya kontaminasi yang bisa menyebabkan infeksi (TA).

 

Dari berbagai sumber

Foto By : pixabay.com



Temukan Artikel Lainnya

Proses Pengolahan Teh Hijau

Teh hijau belakangan ini menjadi sangat populer terutama bagi wanita yang sedang melakukan diet. Teh hiijau dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan, sehingga sangat digemari oleh kaum wanita. Banyak sekali olahan Teh hijau yang beredar dipasaran, baik berupa teh celup maupun teh kemasan siap minum dalam bentuk botol maupun sachet siap seduh. Mengkonsumsi teh hijau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Pada artikel sebelumnya (disini) kita telah membahas berbagai manfaat yang diperoleh ketika mengkonsumsi teh hijau. Pada artikel ini kita akan membahas megenai proses pembuatan teh hijau sehingga siap untuk disajikan.

Pada prinsipnya, baik teh hijau maupun teh hitam berasal dari jenis daun teh yang sama. Yang membedakan antara teh hijau dan teh hitam adalah proses pengolahannya, sehingga menghasilkan karakteristik teh yang berbeda. Proses pembuatan teh hijau tanpa melewati proses fermentasi terlebih dahulu, sehingga masih mempertahankan antioksidan dan warna hijau dari teh. Hal ini juga yang menyebabkan teh hijau memiliki lebih banyak manfaat kesehatan jika dibandingkan dengan teh hitam.

Pada dasarnya, proses pembuatan teh hijau mengalami 6 tahapan yaitu:

Pemetikan

Pemetikan merupakan proses paling awal dari keseluruhan proses pengolahan teh. Untuk hasil terbaik, pemetikan teh dilakukan dengan menggunakan tangan dan dipilih setiap pucuk dua daun muda teratas untuk menghasilkan kualitas terh tang terbaik.

Pelayuan

Proses pelayuan bertujuan untuk menginaktifasi enzim polyphenol oksidase agar tidak terjadi proses oksimatis. Proses pelayuan bisa dilakukan dengan cara diletakan pada area yang rata lalu dijemur pada area yang teduh untuk mengurangi kelembaban. Bisa juga dengan cara mengalirkan sejumlah daun teh kedalam mesin pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas (80-100°C) selama 2-4 menit secara kontinyu. Tingkat layu yang baik ditandai dengan daun layu yang berwarna hijau cerah, lemas dan lembut serta mengeluarkan bau yang khas.

Penggulungan

Proses ini bertujuan untuk membentuk mutu teh hijau secara fisik. Selama proses penggulungan daun teh akan dibentuk menjadi gulungan kecil dan terjadi pemotongan. Proses ini dilakukan segera setelah daun layu keluar dari mesin pelayuan.

Pengeringan

Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air hingga 3%-4%. Pada umumnya proses pengeringan teh biasanya melalui dua tahap. Pengeringan pertama bertujuan mereduksi kandungan air dan memekatkan cairan sel yang menempel pada permukaan daun. Tahap kedua bertujuan untuk mengeringkan teh hingga kadar air mencapai 3%-4%.

Sortasi

Tahap terakhir bertujuan untuk memilih dan memisahkan untuk memperoleh standar mutu yang diinginkan.

Salah satu teh hijau kemasan yang beredar dipasaran adalah Merit tea. Produk ini mengandung teh hijau berkualitas sehingga dapat memberikan manfaat teh hijau terbaik secara maksimal (TA).

BACA LEBIH LANJUT

Tenggorokan Sehat di Masa New Normal

Masa New Normal merupakan masa adaptasi kebiasaan baru yang mementingkan protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid 19 sambil melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya. Pada masa ini kita bisa melakukan kegiatan yang biasa dilakukan seperti sebelum terjadinya pandemik Covid 19 seperti beribadah di tempat peribadatan, melakukan kegiatan ekonomi, ke Mall, bekerja, dan kegiatan lainnya. Tapi pada saat bersamaan kita dituntut untuk menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Sangat penting menjaga kesehatan dimasa pandemik seperti ini mengingat penyebaran Covid 19 masih terus terjadi dan sangat sulit untuk di bendung. Salah satunya adalah kesehatan tenggorokan. Menjaga kesehatan tenggorokan sangat penting agar tidak terjadi kesalahfahaman ketika melakukan aktivitas sehari-hari, terutama ketika berhubungan atau sedang berada di fasilitas umum. Contohnya akan sangat canggung dan tidak nyaman jika kita batuk-batuk ketika sedang menggunakan kendaraan umum seperti kereta atau bis. Coba bayangkan jika anda batuk-batuk ketika sedang mempresentasikan proposal anda kepada manajemen. Pasti situasi tersebut akan membuat anda tidak nyaman.

Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga tenggorokan agar bebas dari gangguan tenggorokan seperti batuk, sakit tenggorokan, maupun gatal tenggorokan yang memungkinkan ketidaknyamanan ketika berinteraksi dimasa New Normal. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tenggorokan, seperti menghindari terlalu banyak makan-makanan berminyak, goreng-gorengan, selalu menggunakan masker, banyak minum air putih, dan selalu menyediakan pelega tenggorokan untuk berjaga-jaga agar gejala gangguan tenggorokan tidak semakin parah. Salah satu pelega tenggorokan yang kami rekomendasikan adalah Capung Herbal Pastilles.

Capung Herbal Pastilles adalah pelega tenggorokan yang terbuat dari licorice, adas, dan bahan herbal alami lainnya yang sudah terbukti efektif untuk meredakan gangguan tenggorokan. Capung Herbal Pastilles cukup mudah di peroleh dipasaran karena sudah banyak tersedia di gerai Indomaret dan apotek-apotek. Produk ini juga bebas gula, sehingga sangat cocok untuk pengguna yang sedang diet gula atau memiliki riwayat diabetes. Capung Herbal Pastilles juga sudah tersertifikasi halal sehingga memiliki jaminan halal bagi pengguna muslim (TA).

BACA LEBIH LANJUT

Mengenal Jenis-Jenis Teh

Bagi sebagian besar orang Indonesia, minum teh merupakan gaya hidup yang tidak akan lepas dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita survey kebeberapa tempat makan atau pusat kuliner, es teh, teh manis panas, biasanya menjadi jenis minuman yang paling sering dipesan. Selain itu juga teh sudah dipasarkan dalam berbagai macan bentuk, dari mulai teh celup, teh tarik, dan bahkan sudah dikemas dalam beberapa kemasan instan seperti gelas, botol, maupun box.

Dari beberapa banyak teh yang ada dipasaran, di Indonesia, jenis teh yang paling populer dan paling mudah ditemui adalah teh hitam dan teh hijau. Jenis-jenis teh tersebut dapat dengan mudah dibeli di toko-toko sekitar rumah anda dan tersedia dalam berbagai jenis varian. Namun pernahkan anda mendengar jenis teh oolong maupun teh putih?. Dilansir dari balittri.litbang.pertanian.go.id, terdapat 4 jenis teh yang biasa ditemui. Keempat jenis teh tersebut dibedakan bukan dari jenis tanaman teh tetapi berasarkan pada pengolahannya. Berikut adalah jenis-jenis teh tersebut.

1. Teh Hitam

Teh hitam adalah jenis teh yang sangat populer dan paling banyak ditemui dipasaran. Es teh, teh panas, maupun teh-teh dalam kemasan yang banyak beredar di toko-toko hampir semuanya berbahan dasar teh hitam. Kebanyakan orang timur, bisanya menyebutnya dengan teh merah karena ketika diseduh warna yang dihasilkan cenderung berwarna merah, sedangkan orang-orang barat menyebutnya teh hitam karena warna daun teh yang akan diseduh biasanya berwarna hitam.

Teh hitam merupakan daun teh yang paling banyak mengalami pemrosesan fermentasi, sehingga dapat dikatakan pengolahan teh hitam dilakukan dengan fermentasi penuh.  Tahap pertama, daun diletakkan di rak dan dibiarkan layu selama 14 sampai 24 jam. Kemudian daun digulung dan dipelintir untuk melepaskan enzim alami dan mempersiapkan daun untuk proses oksidasi. Setelah proses penggulungan, daun siap untuk proses oksidasi. Daun diletakkan di tempat dingin dan lembab, kemudian proses fermentasi berlangsung dengan bantuan oksigen dan enzim. Proses fermentasi memberi warna dan rasa pada teh hitam, dimana lamanya proses fermentasi sangat menentukan kualitas hasil akhir. Setelah itu, daun dikeringkan atau dipanaskan untuk menghentikan proses oksidasi untuk mendapatkan rasa serta aroma yang diinginkan.

2. Teh Hijau

Teh  hijau merupakan teh yang sangat populer terutama bagi wanita yang sedang menjalani diet untuk mengurangi berat badan. Sebenarnya, teh hijau dan teh hitam berasal dari tanaman teh yang sama. Namun yang membedakan adalah proses cara pengolahannya hingga menjadi teh yang siap untuk diseduh. Teh hijau adalah teh yang diproses tanpa melewati tahap fermentasi. Sehingga zat anti oksidan pada teh hijau masih dapat dipertahankan. Karena proses tersebut biasanya teh hijau masih mempertahankan warna hijaunya ketika diseduh.

3. Teh Oolong

Teh oolong merupakan jenis teh yang tidak terlalu populer di Indonesia dibandingkan dengan teh hijau dan teh hitam. Teh oolong diproses secara semi fermentasi dan dibuat dengan bahan baku khusus, yaitu varietas tertentu yang memberikan aroma khusus. Proses pembuatan dan pengolahan teh oolong berada diantara teh hijau dan teh hitam, dimana teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan daun, dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi, oleh karena itu teh oolong disebut sebagai teh semi fermentasi.

4. Teh Putih

Teh putih merupakan jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi sama sekali, dimana  proses pengeringan dan penguapan dilakukan dengan sangat singkat. Teh Putih diambil hanya dari daun teh pilihan yang dipetik dan dipanen sebelum benar-benar mekar. Teh putih terkenal sebagai dewa dewinya teh karena diambil dari kuncup daun terbaik dari setiap pohonnya, dan disebut teh putih karena ketika dipetik kuncup daunnya masih ditutupi seperti rambut putih yang halus. Daun teh putih adalah daun teh yang paling sedikit mengalami pemrosesan dari semua jenis teh, sedangkan teh jenis yang lain umumnya mengalami empat sampai lima langkah pemrosesan. Dengan proses yang lebih singkat tersebut, kandungan zat katekin  pada teh putih adalah yang tertinggi, sehingga mempunyai khasiat yang lebih ampuh dibanding teh jenis lainnya.

 Foto: pixabay.com

Sumber: http://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/159-mengenal-4-macam-jenis-teh

BACA LEBIH LANJUT


Beli Sekarang
Hubungi Whatsapp