Mengobati Gangguan Tenggorokan di Rumah


Jahe

Gatal atau perasaan tidak nyaman yang dirasakan di tenggorokan memang membuat jengkel dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Terkadang kita suka menyepelekan gangguan tenggorokan karena memang biasanya akan sembuh dengan sendirinya, namun bisa juga gangguan tenggorokan yang diderita merupakan gejala awal dari adanya peradangan ditenggorokan. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menjadi tambah parah dan timbul infeksi yang ditandai dengan demam dan rasa sakit. Jika kondisi tersebut sudah terjadi maka pergi ke dokter adalah solusi terbaik untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Walaupun gangguan tenggorokan bisa sembuh sendiri, namun ada baiknya jika kita melakukan pengobatan secara mandiri untuk mencegah kemungkinan bertambah parah. Banyak sekali bahan-bahan yang tersedia di rumah yang bisa digunakan untuk mengobati gangguan tenggorokan, seperti contohnya air hangat hingga lemon. Kita juga bisa membeli Pastilles pelega tenggorokan yang sudah banyak beredar di pasaran dengan harga yang terjangkau. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa anda lakukan untuk mengobati gangguan tenggorokan secara mandiri di rumah

 

Air Garam

Berkumurlah dengan air garam yang hangat. Berkumur dengan air garam bisa digunakan untuk mengobati gangguan tenggorokan yang diderita, karena air garam bisa berfungsi untuk untuk membantu menghilangkan bakteri dan penyebab iritasi pada tenggorokan sehingga bisa mengurangi rasa gatal atau tidak nyaman di tenggorokan. Berkumur dengan air garam hangat juga baik untuk membantu meringankan rasa sakit yang diderita saat menelan akibat gangguan tenggorokan. Caranya sangat mudah, cukup mencampurkan 1 sendok teh degan secangkir air hangat, lalu aduk hingga larut. Gunakanlah air garam tersebut untuk berkumur, tapi ingat ya jangan di telan. Lakukanlah secara rutin hingga ganguan tenggorokan sembuh.

 

Air Putih

Ketika anda mengalami gangguan tenggorokan maka sangat dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih. Hal ini dilakukan untuk memenuhi cairan tubuh sehingga asupan cairan tubuh bisa terjaga. Sehingga dengan demikian tubuh bisa menghasilkan air liur dan lendir sehat yang cukup untuk menjaga tenggorokan tetap lembab. Selaput lendir yang lembab menjadikannya lebih efektif untuk melawan bakteri dan zat asing lainnya yang masuk ke dalam tenggorokan sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh.

 

Lemon

Lemon bisa menjadi solusi tepat lainnya untuk mengatasi gangguan tenggorokan. Anda bisa menggunakan air perasan lemon dicampur dengan air hangat lalu gunakanlah untuk berkumur. Kandungan dalam lemon baik untuk mengurangi peradangan pada jaringan tenggorokan dan menciptakan lingkungan asam yang dapat mematikan virus maupun bakteri penyebab gangguan tenggorokan. Untuk memanfaatkan lemon, anda juga bisa membuat lemon tea yang dicampur dengan madu.

 

Pastilles Pelega Tenggorokan

Membeli Pastilles pelega tenggorokan merupakan cara yang paling praktis yang bisa dilakukan dalam menangani gangguan tenggorokan secara mandiri. Banyak sekali varian yang bisa dipilih untuk menangani gangguan tenggrokan yang sedang anda derita. Selain harganya yang masih terjangkau, menggunakan Pastilles pelega tenggorokan juga lebih praktis karena kita bisa membawanya kemana-mana tanpa mengganggu aktivitas. Sehingga, pengobatan masih tetap bisa dilakukan dimana saja tergantung aktivitas sehari-hari.

Capung Herbal Pastilles adalah salah satu Pastilles pelega tenggorokan yang beredar di pasaran dan dapat dibeli dengan harga yang terjangkau. Capung Herbal Pastilles memiliki keunggulan sebagai Pastilles yang mengandung Licorice dan terbuat dari 100% bahan herbal alami, sehingga Capung Herbal Pastilles bebas gula dan perasa buatan. Capung Herbal Pastilles juga sudah memiliki sertifikat Halal dari MUI, sehingga memiliki jaminan halal untuk penggunanya [TA].


Dari Berbagai Sumber

Photo By : Designed by Freepik



Temukan Artikel Lainnya

Merawat Luka Memar

Apakah anda pernah melihat kulit yang kemerahan, biru, atau ungu saat anda jatuh atau terbentur benda tumpul? Sebenarnya kondisi tersebut merupakan luka dalam yang terjadi akibat bagian tubuh berbenturan dengan benda tumpul. Warna kemerahan, kebiruan, atau ungu adalah akibat dari pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit rusak atau pecah sehingga darah merembes keluar ke jaringan dan membeku. Biasanya gejala yang terjadi diikuti oleh adanya bengkak dan nyeri.

Pada dasarnya luka memar akan sembuh dengan sendirinya dan dapat ditangani secara mandiri tanpa harus ditangani di fasilitas kesehatan oleh tenaga medis. Namun sebelum melakukan perawatan tetap saja diperlukan penilaian yang cukup agar kita yakin bahwa luka yang dialami hanya luka memar biasa bukannya cidera dalam yang parah. Luka memar yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan jika sakit yang dialami sangat hebat atau muncul tanda-tanda luka pada organ dalam seperti patah tulang. Jika luka memar muncul tanpa penyebab yang pasti, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis karena dikhawatirkan memar yang muncul merupakan tanda-tanda adanya penyakit yang serius.

Pada dasarnya dalam menangani luka memar, tidak perlu memperhatikan seterilitas seperti halnya ketika menangani luka biasa atau luka bakar. Namun, tetap saja harus memperhatikan kebersihan ketika sedang melakukan penanganan pada luka. Mencuci luka dan mencuci tangan dengan air bersih sebelum menangani luka tetap direkomendasikan untuk meninimalisir terjadinya infeksi. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dikuti ketika menangani luka memar:

Kompres dengan Es

Langkah pertama yang dilakukan untuk mengatasi luka memar adalah mengkompresnya dengan es. Caranya adalah dengan membungkus es dengan kain atau handuk, lalu kompreskan pada luka. Lakukan langkah ini hingga nyeri dan bengkak berkurang. Penggunaan es pada langkah ini berguna untuk menyempitkan pembuluh darah sehingga memar tidak meluas dan mengurangi nyeri dan pembengkakan.

Balut

Balut luka memar dengan perban elastis, tetapi jangan terlalu kencang. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah luka memar semakin melebar atau bocor yang berakibat luka memar semakin parah. Namun jika luka yang dialami hanya luka memar kecil langkah ini bisa saja dilewatkan.

Tempatkan Bagian yang Terluka pada Posisi yang Tinggi

Usahakan bagian tubuh yang terkena luka memar diposisikan pada posisi yang lebih tinggi dari dada. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi aliran darah kebagian tubuh yang terkena luka memar sehingga luka memar tidak meluas.

Kompres dengan Air Hangat

Setelah 2 hari, kompres luka memar dengan dengan air hangat. Caranya bisa dengan membasahi handuk dengan air hangat lalu di kompreskan pada bagian tubuh yang mengalami luka memar. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan aliran darah sehingga warna pada luka memar cepat memudar.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan pada luka memar. Untuk membantu proses penyembuhan, dapat juga menggunakan obat yang diindikasikan untuk luka memar seperti Minol (TA).

 

Dari Berbagai Sumber

BACA LEBIH LANJUT

Merawat Luka Bakar Secara Mandiri

Luka bakar merupakan jenis luka yang cukup sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Terkena minyak panas, terkena korek, tersiram air panas, terkena wajan panas atau setrika panas, hingga terlalu lama terpapar sinar matahari bisa menjadi penyebab luka bakar yang paling umum. Seperti diuraikan dalam artikel sebelumnya (disini), penilaian kita terhadap luka bakar yang dialami berperan penting dalam keputusan perawatan luka bakar tersebut. Derajat luka, luas luka, dan tempat luka bisa menjadi pertimbangan untuk penanganan luka bakar secara mandiri atau dilakukan oleh tenaga medis.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kita aplikasikan dalam menangani luka bakar dirumah:

Jaukan Sumber Luka

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika terkena luka bakar adalah menjauhkan sumber luka. Amankan juga sumber luka agar tidak membahayakan dan malah bisa menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan. Sebagai contoh ketika sedang memasak dan terkena wajan panas, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjauhkan tangan yang terkena terluka bakar dari wajan dan segera matikan api sebelum lanjut ke tahap selanjutnya.

Alirkan air dingin pada luka

Setelah anda memastikan tempat terjadinya luka aman dan tidak membahayakan bagi orang lain, maka segeralah menuju wastafel, tempat cuci piring, atau tempat yang memungkinkan luka dapat dialiri dengan air yang mengalir. Penggunaan air mengalir sangat penting untuk memastikan kotoran yang ada pada luka terbawa air dan untuk menghindari terjadinya infeksi. Gunakanlah air dingin untuk mengaliri luka bakar, penggunaan air dingin sangat direkomendasikan untuk membantu menurunkan temperature pada luka bakar. Jangan mengunakan es, karena penggunaan es pada luka bakar dapat berakibat kerusakan pada luka bakar yang diderita. Lakukan langkah ini hingga rasa panas dan rasa sakit pada luka bakar mereda.

Obati Luka Bakar

Setelah mengaliri luka dengan air dingin, keringkan luka dengan handuk atau kain yang bersih lalu obati luka dengan obat luka bakar seperti Minol. Jangan mengolesi luka dengan pasta gigi, minyak, atau bahan-bahan lain yang tidak direkomendasikan untuk luka bakar. Hal ini sangat penting karena bahan-bahan yang tidak direkomendasikan untuk luka bakar justru bisa menyebabkan perkembangan bakteri yang mengakibatkan terjadinya infeksi. Jika luka bakar yang diderita mengakibatkan kulit melepuh, maka jangan dipecahkan. Jika kulit yang melepuh tersebut pecah dengan sendirinya atau tidak sengaja pecah, maka oleskan salep antibiotik untuk menghindari terjadinya infeksi.

Tutup luka Bakar

Sebenarnya kita bisa saja tidak menutup luka pada luka bakar yang diderita, jika luka yang terjadi hanya luka bakar yang sangat ringan dan hanya membuat kulit kemerahan. Namun jika luka terlihat melepuh atau tempat luka sering bergesekan dengan pakaian, maka direkomendasikan untuk menutup luka bakar yang diderita. Hal ini penting agar luka yang diderita tidak bertambah parah akibat gesekan tersebut atau pecahnya kulit yang melepuh. Kita bisa menutup luka bakar dengan kain kasa yang steril.

Evaluasi

Langkah terakhir yang sangat penting dalam merawat luka bakar secara mandiri adalah cek secara rutin luka bakar yang diderita. Jika kita menutup luka bakar, ganti secara berkala untuk menghindari adanya infeksi. Jika terasa sakit bisa anda bisa meminum obat penghilagn rasa sakit seperti ibuprofen.

Seperti pananganan pada luka biasa, prinsip penanganan pada luka bakar adalah kebersihannya. Hal ini sangat penting untuk mencegah luka menjadi semakin parah akibat terjadinya infeksi (TA).

Dari berbagai sumber

BACA LEBIH LANJUT

Menilai Luka Bakar

Terkadang kita tanpa sadar pernah merasakan terkena luka bakar. Saat ini banyak yang berasumsi bahwa luka bakar hanyalah luka yang disebabkan oleh api saja, padalah luka bakar adalah semua luka yang disebabkan terkena benda yang panas. Jadi jika kita terkena api, terkena benda panas, terkena minyak panas, tersiram air panas, terkena knalpot motor, dan bahkan ketika tersengat listrik, sebenarnya kita sedang terkena luka bakar.  Dalam penanganan luka bakar, tentu saja kita perlu melakukan penilaian yang tepat dalam memutuskan penangan secara mandiri atau perlu penanganan medis.

Pada dasarnya berdasarkan kerusakannya luka bakar dibagi menjadi 3, yaitu Luka bakar derajat 1, derajat 2, dan derajat 3. Pada luka bakar derajat 1, kerusakan yang terjadi hanya merusak lapisan kulit luar saja. Pada luka derajat 2, kerusakan yang terjadi adalah ada kulit yang lebih dalam, sedangkan pada luka bakar derajat 3, keruskan yang terjadi sampai kepada jaringan dibawah kulit seperti jaringan lemak, pembuluh darah, ataupun jaringan saraf.

Pada luka bakar derajat 1, bisa dilakukan penanganan secara mandiri di rumah, sedangkan untuk luka bakar dengan derajat 2 dan 3, diperlukan penanganan medis oleh tenaga kesehatan. Penilaian lain yang bisa menjadi pertimbangan dalam penanganan luka bakar adalah dari luas area yang terbakar dan juga tempat luka bakar terjadi. Sebagai contoh jika luka bakar terjadi pada bagian-bagian vital, maka walaupun luka tersebut ringan dan tidak terlalu luas, tetap saja memerlukan penanganan secara medis oleh tenaga kesehatan.

Diperlukan beberapa pertimbangan dalam menilai luka bakar, pertimbangan-pertimbangan tersebut bisa didasarkan pada beberapa faktor seperti yang diuraikan di atas. Setelah melakukan penilaian, penanganan dapat segera dilanjutkan baik itu secara mandiri maupun oleh tenaga medis. Jika penanganan dilakukan secara mandiri, setelah melakukan pembersihan, luka bisa diobati oleh minol. Minol ini merupakan minyak untuk luka yang baik untuk menyembuhkan luka bakar. Minol ini mengandung bahan-bahan herbal dan berbentuk minyak, sehingga tidak perih ketika digunakan (TA).

 

Dari berbagai sumber

Foto by : pixabay.com

BACA LEBIH LANJUT