Manfaat Kunyit untuk Luka


Jahe

Kunyit merupakan bahan herbal yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Kunyit biasanya digunakan sebagai bumbu masakan ataupun sebagai pewarna makanan yang sudah sangat umum digunakan dalam masakan-masakan lokal. Selain sebagai bumbu dalam masakan, kunyit juga dikenal memiliki berbagai macam manfaat baik untuk kesehatan maupun untuk kecantikan atau perawatan tubuh. Meredakan peradangan, mengobati maag, kembung, maupun dijadikan masker untuk perawatan kulit merupakan sebagian manfaat-manfaat kunyit yang sudah dikenal di masyarakat.

Seperti dilansir dari researchgate.net, kunyit juga bermanfaat dalam membantu menyembuhkan luka. Curcumin sebagai senyawa aktif yang terkandung dalam kunyit terbukti dapat membantu penyembuhan pada luka. Selain itu juga bermanfaat sebagai

anti-infeksi, anti-oksidan, anti-inflamasi, anti-mutagenik, anti-karsinogenik dan anti-koagulan. Manfaat kunyit sebagai anti-infeksi dan anti-inflamasi tentu saja sangat membantu dalam menangai luka, karena bisa mencegah terjadinya infeksi yang berakibat luka semakin buruk. Selain itu juga manfaat-manfaat tersebut sangat membantu dalam setiap tahap penyembuhan luka.

Zat aktif curcumin yang terkandung pada kunyit juga memiliki kapasaitas untuk untuk meningkatkan pembentukan jaringan granulasi, deposisi kolagen, remodeling jaringan dan kontraksi luka. Curcumin mempercepat manajemen kontraksi luka dengan menghasilkan faktor pertumbuhan yang terlibat dalam proses penyembuhan. Sehingga penggunaan kunyit pada luka sangat efektif baik dalam membantu proses penyembuhan luka maupun pencegahan infeksi yang mengakibatkan luka menjadi semakin parah.

Dalam menangani luka, terutama penanganan luka secara mendiri, mengunakan kunyit juga bisa menjadi alternatif. Kita juga bisa menggunakan produk atau obat luka yang mengandung kunyit dalam penanganan luka. Obat luka yang mengandung kunyit sebagai bahan aktifnya yang kami rekomendasikan adalah Minol. Produk ini memiliki keunggulan sebagai produk yang multifungsi sebagai obat luka, luka bakar, maupun luka memar. Sehingga cukup 1 botol Minol yang disediakan dalam kotak P3K untuk mengatasi semua luka (TA).

 

Sumber: https://www.researchgate.net

Foto: Designed by Jigsawstocker / Freepik



Temukan Artikel Lainnya

Proses Pengolahan Teh Hijau

Teh hijau belakangan ini menjadi sangat populer terutama bagi wanita yang sedang melakukan diet. Teh hiijau dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan, sehingga sangat digemari oleh kaum wanita. Banyak sekali olahan Teh hijau yang beredar dipasaran, baik berupa teh celup maupun teh kemasan siap minum dalam bentuk botol maupun sachet siap seduh. Mengkonsumsi teh hijau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Pada artikel sebelumnya (disini) kita telah membahas berbagai manfaat yang diperoleh ketika mengkonsumsi teh hijau. Pada artikel ini kita akan membahas megenai proses pembuatan teh hijau sehingga siap untuk disajikan.

Pada prinsipnya, baik teh hijau maupun teh hitam berasal dari jenis daun teh yang sama. Yang membedakan antara teh hijau dan teh hitam adalah proses pengolahannya, sehingga menghasilkan karakteristik teh yang berbeda. Proses pembuatan teh hijau tanpa melewati proses fermentasi terlebih dahulu, sehingga masih mempertahankan antioksidan dan warna hijau dari teh. Hal ini juga yang menyebabkan teh hijau memiliki lebih banyak manfaat kesehatan jika dibandingkan dengan teh hitam.

Pada dasarnya, proses pembuatan teh hijau mengalami 6 tahapan yaitu:

Pemetikan

Pemetikan merupakan proses paling awal dari keseluruhan proses pengolahan teh. Untuk hasil terbaik, pemetikan teh dilakukan dengan menggunakan tangan dan dipilih setiap pucuk dua daun muda teratas untuk menghasilkan kualitas terh tang terbaik.

Pelayuan

Proses pelayuan bertujuan untuk menginaktifasi enzim polyphenol oksidase agar tidak terjadi proses oksimatis. Proses pelayuan bisa dilakukan dengan cara diletakan pada area yang rata lalu dijemur pada area yang teduh untuk mengurangi kelembaban. Bisa juga dengan cara mengalirkan sejumlah daun teh kedalam mesin pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas (80-100°C) selama 2-4 menit secara kontinyu. Tingkat layu yang baik ditandai dengan daun layu yang berwarna hijau cerah, lemas dan lembut serta mengeluarkan bau yang khas.

Penggulungan

Proses ini bertujuan untuk membentuk mutu teh hijau secara fisik. Selama proses penggulungan daun teh akan dibentuk menjadi gulungan kecil dan terjadi pemotongan. Proses ini dilakukan segera setelah daun layu keluar dari mesin pelayuan.

Pengeringan

Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air hingga 3%-4%. Pada umumnya proses pengeringan teh biasanya melalui dua tahap. Pengeringan pertama bertujuan mereduksi kandungan air dan memekatkan cairan sel yang menempel pada permukaan daun. Tahap kedua bertujuan untuk mengeringkan teh hingga kadar air mencapai 3%-4%.

Sortasi

Tahap terakhir bertujuan untuk memilih dan memisahkan untuk memperoleh standar mutu yang diinginkan.

Salah satu teh hijau kemasan yang beredar dipasaran adalah Merit tea. Produk ini mengandung teh hijau berkualitas sehingga dapat memberikan manfaat teh hijau terbaik secara maksimal (TA).

BACA LEBIH LANJUT

Tenggorokan Sehat di Masa New Normal

Masa New Normal merupakan masa adaptasi kebiasaan baru yang mementingkan protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid 19 sambil melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya. Pada masa ini kita bisa melakukan kegiatan yang biasa dilakukan seperti sebelum terjadinya pandemik Covid 19 seperti beribadah di tempat peribadatan, melakukan kegiatan ekonomi, ke Mall, bekerja, dan kegiatan lainnya. Tapi pada saat bersamaan kita dituntut untuk menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Sangat penting menjaga kesehatan dimasa pandemik seperti ini mengingat penyebaran Covid 19 masih terus terjadi dan sangat sulit untuk di bendung. Salah satunya adalah kesehatan tenggorokan. Menjaga kesehatan tenggorokan sangat penting agar tidak terjadi kesalahfahaman ketika melakukan aktivitas sehari-hari, terutama ketika berhubungan atau sedang berada di fasilitas umum. Contohnya akan sangat canggung dan tidak nyaman jika kita batuk-batuk ketika sedang menggunakan kendaraan umum seperti kereta atau bis. Coba bayangkan jika anda batuk-batuk ketika sedang mempresentasikan proposal anda kepada manajemen. Pasti situasi tersebut akan membuat anda tidak nyaman.

Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga tenggorokan agar bebas dari gangguan tenggorokan seperti batuk, sakit tenggorokan, maupun gatal tenggorokan yang memungkinkan ketidaknyamanan ketika berinteraksi dimasa New Normal. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tenggorokan, seperti menghindari terlalu banyak makan-makanan berminyak, goreng-gorengan, selalu menggunakan masker, banyak minum air putih, dan selalu menyediakan pelega tenggorokan untuk berjaga-jaga agar gejala gangguan tenggorokan tidak semakin parah. Salah satu pelega tenggorokan yang kami rekomendasikan adalah Capung Herbal Pastilles.

Capung Herbal Pastilles adalah pelega tenggorokan yang terbuat dari licorice, adas, dan bahan herbal alami lainnya yang sudah terbukti efektif untuk meredakan gangguan tenggorokan. Capung Herbal Pastilles cukup mudah di peroleh dipasaran karena sudah banyak tersedia di gerai Indomaret dan apotek-apotek. Produk ini juga bebas gula, sehingga sangat cocok untuk pengguna yang sedang diet gula atau memiliki riwayat diabetes. Capung Herbal Pastilles juga sudah tersertifikasi halal sehingga memiliki jaminan halal bagi pengguna muslim (TA).

BACA LEBIH LANJUT

Mengenal Jenis-Jenis Teh

Bagi sebagian besar orang Indonesia, minum teh merupakan gaya hidup yang tidak akan lepas dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita survey kebeberapa tempat makan atau pusat kuliner, es teh, teh manis panas, biasanya menjadi jenis minuman yang paling sering dipesan. Selain itu juga teh sudah dipasarkan dalam berbagai macan bentuk, dari mulai teh celup, teh tarik, dan bahkan sudah dikemas dalam beberapa kemasan instan seperti gelas, botol, maupun box.

Dari beberapa banyak teh yang ada dipasaran, di Indonesia, jenis teh yang paling populer dan paling mudah ditemui adalah teh hitam dan teh hijau. Jenis-jenis teh tersebut dapat dengan mudah dibeli di toko-toko sekitar rumah anda dan tersedia dalam berbagai jenis varian. Namun pernahkan anda mendengar jenis teh oolong maupun teh putih?. Dilansir dari balittri.litbang.pertanian.go.id, terdapat 4 jenis teh yang biasa ditemui. Keempat jenis teh tersebut dibedakan bukan dari jenis tanaman teh tetapi berasarkan pada pengolahannya. Berikut adalah jenis-jenis teh tersebut.

1. Teh Hitam

Teh hitam adalah jenis teh yang sangat populer dan paling banyak ditemui dipasaran. Es teh, teh panas, maupun teh-teh dalam kemasan yang banyak beredar di toko-toko hampir semuanya berbahan dasar teh hitam. Kebanyakan orang timur, bisanya menyebutnya dengan teh merah karena ketika diseduh warna yang dihasilkan cenderung berwarna merah, sedangkan orang-orang barat menyebutnya teh hitam karena warna daun teh yang akan diseduh biasanya berwarna hitam.

Teh hitam merupakan daun teh yang paling banyak mengalami pemrosesan fermentasi, sehingga dapat dikatakan pengolahan teh hitam dilakukan dengan fermentasi penuh.  Tahap pertama, daun diletakkan di rak dan dibiarkan layu selama 14 sampai 24 jam. Kemudian daun digulung dan dipelintir untuk melepaskan enzim alami dan mempersiapkan daun untuk proses oksidasi. Setelah proses penggulungan, daun siap untuk proses oksidasi. Daun diletakkan di tempat dingin dan lembab, kemudian proses fermentasi berlangsung dengan bantuan oksigen dan enzim. Proses fermentasi memberi warna dan rasa pada teh hitam, dimana lamanya proses fermentasi sangat menentukan kualitas hasil akhir. Setelah itu, daun dikeringkan atau dipanaskan untuk menghentikan proses oksidasi untuk mendapatkan rasa serta aroma yang diinginkan.

2. Teh Hijau

Teh  hijau merupakan teh yang sangat populer terutama bagi wanita yang sedang menjalani diet untuk mengurangi berat badan. Sebenarnya, teh hijau dan teh hitam berasal dari tanaman teh yang sama. Namun yang membedakan adalah proses cara pengolahannya hingga menjadi teh yang siap untuk diseduh. Teh hijau adalah teh yang diproses tanpa melewati tahap fermentasi. Sehingga zat anti oksidan pada teh hijau masih dapat dipertahankan. Karena proses tersebut biasanya teh hijau masih mempertahankan warna hijaunya ketika diseduh.

3. Teh Oolong

Teh oolong merupakan jenis teh yang tidak terlalu populer di Indonesia dibandingkan dengan teh hijau dan teh hitam. Teh oolong diproses secara semi fermentasi dan dibuat dengan bahan baku khusus, yaitu varietas tertentu yang memberikan aroma khusus. Proses pembuatan dan pengolahan teh oolong berada diantara teh hijau dan teh hitam, dimana teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan daun, dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi, oleh karena itu teh oolong disebut sebagai teh semi fermentasi.

4. Teh Putih

Teh putih merupakan jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi sama sekali, dimana  proses pengeringan dan penguapan dilakukan dengan sangat singkat. Teh Putih diambil hanya dari daun teh pilihan yang dipetik dan dipanen sebelum benar-benar mekar. Teh putih terkenal sebagai dewa dewinya teh karena diambil dari kuncup daun terbaik dari setiap pohonnya, dan disebut teh putih karena ketika dipetik kuncup daunnya masih ditutupi seperti rambut putih yang halus. Daun teh putih adalah daun teh yang paling sedikit mengalami pemrosesan dari semua jenis teh, sedangkan teh jenis yang lain umumnya mengalami empat sampai lima langkah pemrosesan. Dengan proses yang lebih singkat tersebut, kandungan zat katekin  pada teh putih adalah yang tertinggi, sehingga mempunyai khasiat yang lebih ampuh dibanding teh jenis lainnya.

 Foto: pixabay.com

Sumber: http://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/159-mengenal-4-macam-jenis-teh

BACA LEBIH LANJUT


Beli Sekarang
Hubungi Whatsapp